Posted by: blogklipingppshk | January 13, 2009

Antisipasi Dampak Pengurangan Produksi Karet

PONTIANAK–Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat harus membuat program mengatasi dampak pengurangan produksi karet. Implikasi ketergantungan petani kepada satu komoditi yakni penghasilan mereka menurun. “Berkurangnya produksi karet berdampak terhadap pendapatan petani, sehingga harus ada program pengalihan usaha pertanian,” kata Anggota Komisi B DPRD Kalbar Kashmir Bafiroes kemarin di Pontianak.

Menurutnya, Pemprov Kalbar selama ini memacu produksi karet dengan rehabilitasi tanaman. Dikatakannya, kondisi ini bertolak belakang dengan program yang dibuat beberapa tahun sebelumnya. “Beberapa waktu lalu perusahaan karet kekurangan bahan baku karet. Karena kurang bahan baku, sehingga pemerintah menargetkan perluasan tanaman karet seluas 1,2 juta hektar,” ungkap Kashmir.

Ketika fluktuasi harga karet dunia, kata Kashmir, produsen menurunkan produksinya hingga 30 persen. Legislator Dapil Kalbar III (Sambas) ini mengatakan karena kondisi harga belum stabil, petani menjadi korban bila tidak ada usaha pertanian selain karet. “Saya berharap program pertanian yang dibuat Pemprov lebih menekankan ketahanan pangan. Ketika harga komoditi ekspor seperti karet anjlok, para petani tidak kelaparan sebab mereka sudah punya bahan pangan,” ujarnya.
Kashmir menyebutkan ketidakseimbangan antara lahan pertanian dan perkebunan berdampak ketimpangan perekonomian. Menurutnya, petani karet hanya mengandalkan hasil penjualan untuk mendapatkan bahan pangan. “Seharusnya, sektor pertanian tanaman pangan dikuatkan. Sedangkan perkebunan sebagai penopang kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pengurus Kadin UKM Kalbar Misni Safari mengatakan hampir semua daerah dalam dua tahun terakhir ada program peremajaan karet. Menurutnya, supaya sektor pertanian antara komoditi ekspor dengan sektor pangan seimbang, maka pemerintah membuat program terpadu. “Antarinstansi yaitu perkebunan dan pertanian harus berkolaborasi menyeimbangkan produksi. Petani penggarap harus terpenuhi kebutuhan pangan tetapi sejahtera dengan perkebunan,” tuturnya. (riq)

Sumber : Pontianak Post, Rabu, 05 November 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: