Posted by: blogklipingppshk | January 15, 2009

Kerusakan Akibat Banjir Capai 30 Persen

PONTIANAK—Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, kerusakan jalan akibat air tergenang mencapai 30 persen. Untuk memperbaikinya, diperlukan Rp2 miliar setiap tahunnya.”Biaya perbaikan kerusakan jalan akibat banjir termasuk dalam biaya pemeliharaan rutin. Jumlahnya mencapai Rp2 miliar,” kata Edi di Pontianak Selasa (13/1) siang.

Menurut Edi, pemkot tidak memiliki upaya untuk mencegah tergenangnya Kota Pontianak. Dua kali dalam setahun Kota Pontianak tergenang karena banjir Rob. Selain dikarenakan curah hujan meningkat, juga disebabkan tingginya air pasang laut setiap Desember dan Januari. Kondisi seperti sekarang ini diperkirakan terus terjadi hingga sepekan ke depan.  Sekarang ini upaya yang dilakukan pemkot agar air pasang tersebut cepat surut adalah dengan normalisasi parit. Yakni mengeruk beberapa parit utama setiap tahunnya. Diantaranya parit Sungai Malaya, Gang Karet, dan parit Tokaya. Anggaran untuk normalisasi ini bervariasi, tergantung keadaan parit. ”Biaya normalisasi parit ini setahunnya mencapai Rp3 miliar,” ujar Edi.

Upaya lainnya adalah meninggikan ruas jalan di Kota Pontianak. Pada 2009 ini, Dinas PU berencana meninggikan Jalan Komyos Sudarso, Sungai Raya Dalam dan Tanjung Raya. Ketinggian jalan tersebut perlu ditambah sekitar 40 cm dari tinggi semula.  Saat ini kondisi jalan yang ada rata-rata memiliki ketinggian -40 cm permukaan air pasang sampai 150 meter diatas permukaan laut. Seharusnya permukaan jalan di Kota Pontianak memiliki ketinggian diatas 60 cm diatas permukaan air pasang. Edi menjelaskan peninggian jalan yang dilakukan pemerintah kota hanya sebatas pada jalan-jalan milik kota saja. Sedangkan jalan lainnya, seperti Jalan Ahmad Yani Pontianak merupakan kewenangan pemerintah propinsi karena jalan tersebut termasuk jalan propinsi. ”Dalam memperbaiki, pemkot melihat dulu status jalan tersebut. Jika termasuk jalan milik pemkot, akan dimasukan ke dalam anggaran pemeliharaan,” kata Edi. (uni)

Sumber : Koran Pontianak Post, Rabu 14 Januari 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: